Setiap orang tua tentu menginginkan anak kesayangannya tumbuh dengan baik dan melewati masa kanak-kanak dengan sehat dan ceria. Untuk itu, beragam cara akan dilakukan; mulai dari memberi asupan nutrisi yang dibutuhkan hingga menyuplai vitamin penambah nafsu makan anak. Namun, ada kalanya anak mengalami kondisi di mana nutrisi yang dikonsumsi tidak tercerna dengan baik hingga menyebabkan tubuhnya tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan atau biasa disebut malabsorbsi.

Melansir Orami.co.id, malabsorsi dapat dikategorikan sebagai sindrom gangguan penyerapan satu atau lebih zat nutrisi di dalam usus halus. Jika hal ini dibiarkan, perkembangan anak tentu akan terdampak. Maka dari itu, Anda selaku orang tua harus mengetahui apa saja gejala saat anak mengalami malabsorbsi. Simak ulasannya dalam kelanjutan artikel berikut.

  • Bentuk dan warna feses.

Kondisi feses bisa menjadi salah satu petunjuk kondisi kesehatan si kecil. Jika Bunda curiga anak kesayangan mengalami malabsorbsi, cobalah untuk perhatikan bagaimana kondisi fesesnya. Kondisi feses anak yang mengalami malabsorbsi biasanya berwarna cerah, menggumpal, berminyak, serta sering kali menempel dan sulit untuk dibersihkan. Gejala ini dapat menunjukkan jika si kecil mengalami malabsorbsi lemak.

  • Kondisi rambut anak.

Jika rambut si kecil mudah rontok dan kering, ada baiknya Bunda curiga dan berkonsultasi ke dokter anak terbaik. Pasalnya, kondisi rambut yang buruk pada masa pertumbuhan anak dapat menunjukkan gejala malabsorbsi protein. Tidak hanya di rambut, kondisi ini juga akan mudah terlihat pada permukaan kulit, di mana kulit si kecil dapat terlihat lebih kering dari biasanya.

  • Perut kembung dan alami diare.

Gejala malabsorbsi pada anak juga dapat ditunjukkan jika si kecil memiliki keluhan perut, seperti perut kembung dan bergas. Hal ini bisa diperparah dengan munculnya diare yang membuat kondisi tubuh semakin melemah. Malabsorbsi ini dapat dikategorikan sebagai gangguan mencerna jenis gula tertentu dalam tubuh.

  • Penurunan berat badan.

Gejala lainnya yang dapat Bunda amati yakni jika si kecil mengalami penurunan berat badan, anemia dan tekanan darah rendah, hingga otot yang terasa lebih lemas. Gejala ini dapat mengindikasikan jika si kecil mengalami malabsorbsi vitamin tertentu. Sehingga, bisa dibayangkan jika seharusnya tubuh si kecil mencerna vitamin yang baik bagi tumbuh kembang justru tidak terserap dengan baik dan malah memperburuk kondisinya.Itu dia beberapa gejala yang menunjukkan anak kesayangan Bunda mengalami malabsorbsi. Meski begitu, jangan terlalu cepat menyimpulkan tanpa berkonsultasi dengan dokter ahli terlebih dahulu, ya. Ada baiknya Bunda selalu mengamati kondisi si kecil dan waspada akan penurunan kondisi tubuhnya sehingga jika ada kecurigaan, Bunda dapat segera membawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Umumnya, kondisi malabsorbsi dapat diatasi dengan pengaturan pola makan yang sesuai hingga treatment suplemen dan vitamin.